Apa Itu Ecommerce dan 5 Hal yang Perlu Diketahui Tentang Ecommerce

Beberapa tahun yang lalu, jika Anda ingin membuat sebuah situs eCommerce, Anda harus mengumpulkan modal dan mempekerjakan desainer dan programmer yang mahal. Hari ini, situasinya jauh berbeda. Berkat alat bantu dan platform perangkat lunak yang bermanfaat, hampir semua orang bisa membuat toko online. Daripada menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk persiapan sebelum mengembangkan produk atau layanan Anda, kini Anda memiliki kesempatan untuk meluncurkan situs eCommerce yang berkualitas kapan saja.

Apa Itu Ecommerce?

Apa Itu Ecommerce

Meskipun sering kali didengar, namun tidak semua orang tahu apa itu E-commerce? E-commerce adalah singkatan dari electronic commerce atau dalam bahasa Indonesia bisa diartikan sebagai perdagangan elektronik. Pengertian E commerce ini merujuk pada aktivitas pembelian, penjualan, atau pertukaran dana dan data melalui jaringan elektronik, terutama internet. Jenis transaksi ini dapat melibatkan bisnis ke bisnis (B2B), bisnis ke konsumen (B2C), konsumen ke konsumen, atau konsumen ke bisnis.

Penggunaan istilah e-commerce dan e-bisnis seringkali digunakan secara bergantian, sementara “e-tail” mengacu pada transaksi ritel online. Dalam beberapa dekade terakhir, platform e-commerce terkenal seperti Amazon dan eBay telah membantu mendorong pertumbuhan signifikan dalam perdagangan online. Menurut Biro Sensus AS, pada tahun 2011, E-commerce menyumbang 5% dari total penjualan ritel. Namun, pandemi COVID-19 pada tahun 2020 memicu peningkatan dramatis, menjadikannya lebih dari 16% dari penjualan ritel.

E-commerce telah mengubah cara kita berbelanja dan berbisnis, memberikan kemudahan, aksesibilitas, dan beragamnya pilihan produk dan jasa. Dengan pertumbuhan yang pesat, e-commerce terus berkembang menjadi bagian integral dari kehidupan kita yang modern.

Salah satu manfaat ecommerce adalah kemudahan mendirikan toko online dan keuntungan yang dapat diperoleh darinya. Setelah memahami apa itu ecommerce, mari kita lihat lima hal yang mungkin belum Anda ketahui tentang Ecommerce yaitu:

1. E-commerce bukan hanya untuk bisnis besar.

Dengan memahami apa itu ecommerce, Anda pasti tahu bahwa sebelum populer, membangun sebuah toko online butuh biaya dan proses teknologi. Hal ini karena E-commerce menarik bisnis besar dengan anggaran besar. Dan saat ini sangat berbeda. E-commerce tidak hanya untuk perusahaan besar; bisnis kecil, dan toko-toko ibu rumah tangga juga ikut serta dalam membangun toko online. Dengan pilihan perangkat lunak yang luas, menjual produk secara online menjadi lebih praktis dan masuk akal secara finansial.

2. E-commerce menguntungkan bisnis lokal.

Setelah paham apa itu ecommerce, Anda pasti tahu bahwa E-commerce sering dikaitkan dengan membawa bisnis Anda ke tingkat global. Tetapi jika Anda menjalankan bisnis kecil dan ingin memperluas jangkauan Anda di area lokal, ini adalah solusi yang bagus. Mengapa? Pelanggan Anda ingin membaca ulasan tentang produk Anda dan memiliki akses ke kode diskon dan kupon. Mereka menginginkan opsi untuk berbelanja online 24/7. Mereka tidak ingin mengantri atau berurusan dengan orang banyak. Memiliki toko online memberi pelanggan lokal pengalaman berbelanja yang mereka harapkan.

3. Situs E-commerce harus ramah seluler.

Saat menyiapkan situs eCommerce Anda, situs tersebut harus memiliki desain yang responsif. Ini berarti tampilan dan performanya sama di semua perangkat. Google baru-baru ini mengumumkan bahwa untuk pertama kalinya, penelusuran seluler telah melampaui penelusuran desktop. Selain itu, Google menyukai situs web yang memiliki desain responsif. Jika Anda ingin mendatangkan pengunjung ke situs Anda dan mengubahnya menjadi pelanggan setia, Anda harus memiliki situs web yang ramah seluler. Apalagi saat ini banyak orang sudah mengetahui apa itu ecommerce dan bagaimana cara menggunakannya

4. Anda harus proaktif dalam E-commerce.

Anda harus proaktif dalam E-commerce

Pembeli saat ini sedang mencari penawaran terbaik. Masalahnya adalah beberapa pembeli menghabiskan waktu untuk masuk ke bisnis kecil sehingga mereka dapat “berbelanja di showroom”. Mereka menyentuh produk, mengujinya, dan mengajukan pertanyaan. Kemudian mereka pergi dan menemukan produk tersebut secara online dengan harga lebih murah. Untuk menghindari menjadi ruang pamer bagi penjualan bisnis lain, Anda harus berpikir proaktif. Buatlah toko online yang mudah diakses di media sosial, libatkan audiens Anda, dan berikan penghargaan kepada pelanggan setia.

5. E-commerce memiliki komponen sosial.

Anda dapat memiliki situs eCommerce yang bersih dan menarik, tetapi jika Anda tidak bersosialisasi secara online, Anda membatasi potensi Anda. Media sosial adalah bagian penting dari hal ini karena menambahkan interaktivitas pada hubungan jual-beli biasa. Penelitian menunjukkan bahwa orang lebih cenderung mempercayai sebuah merek dan membeli produk mereka ketika direkomendasikan oleh teman di Facebook atau Twitter.

Sekarang Anda paham mengenai apa itu ecommerce bukan? e commerce adalah platform yang menawarkan banyak aset berharga, dan penting untuk memahami bagaimana elemen-elemen ini masuk ke dalam siklus jual-beli. Menariknya, E-commerce tidak lagi hanya diperuntukkan bagi bisnis besar. Jadi ini adalah kesempatan yang bisa dimanfaatkan oleh siapa saja.